Jasa SEO Murah

Address :
Jl. Cempaka Baru VII
Jakarta Pusat, Indonesia
Phone : 0821 1010 9439 (Call/SMS)

Blog / News

// Jasa Pembuatan Toko Online, Website dan Jasa SEO Murah

Manfaat Plester Dinding pada Bangunan

Jasawebinstan.com – Mendekati tahap akhir, biasanya dinding (biasa maupun coran) akan mulai diberi lapisan plester. Tak sekadar mempercantik tampilan, plester dinding ini juga memiliki peran lain. Di antaranya yaitu menambah kekuatan dinding, melindungi dinding dari paparan sinar matahari maupun hujan. Selain itu, dinding yang diplester permukaannya juga menjadi rata, sehingga memudahkan dalam pekerjaan dan perawatan.

Plester sendiri adalah lapisan yang diaplikasikan pada dinding untuk menutupi permukannya, yang kemudian diberi lapisan cat. Kendati demikian, tak semua dinding selalu diberi lapisan plester. Beberapa bangunan yang ingin menampilkan kesan expose, melewati tahap ini. Tujuannya untuk menonjolkan bentuk susunan batu bata atau material lain penyusun dinding supaya terkesan lebih artistik. Meski terlihat sama, faktanya lapisan plester ini dibagi menjadi 3 jenis, yaitu berangkal, badan plester, dan aci. Apa itu?

Tiga Jenis Lapisan Plester Dinding

 

Manfaat-Plester-Dinding-pada-Bangunan

Sebagai orang awam, pasti kita menyangka bahwa lapisan plester itu sama saja. Tidak ada jenisnya tidak ada bagian-bagian di dalamnya. Padahal faktanya lapisan plester disusun oleh 3 jenis lapisan. Pertama adalah berangkal yang disebut juga dengan kamprotan. Kedua badan plester, dan lapisan terakhir adalah aci. Alat untuk plester sama, tetapi jika dinding dicor, Anda membutuhkan vibrator exen supaya adonan dinding padat (tidak meninggalkan udara di dalamnya).

1. Berangkal

Bahan pembuatnya adalah semen dan pasir yang dicampur dengan perbandingan 2 : 5 atau 3 : 5 (tergantung dari kepadatan dan kekuatan dinding yang diinginkan). Proses pengerjaan lapisan plester pertama ini cukup cepat dan mudah. Adonan tinggal ditempelkan pada dinding dan diratakan. Namun, saat akan menempelkan adona sebaiknya lembapkan dulu permukaan batu bata dengan air. Pasalnya permukaan yang terlalu kering dapat menyebabkan adonan plester tidak mau menempel.

2. Badan plester

Berperan untuk membuat permukaan dinding menjadi rata, badan plester dibuat dari bahan yang sama dengan lapisan pertama (berangkal), yaitu pasir dan semen. Namun, pengaplikasian  plesteran lebih tebal hingga dua kali lipat dibandingkan dengan berangkal. Sedangkan perbandingan adonan pasir dan semen tidak ada ketentuan khusus.

3. Aci

Lapisan plester terakhir ini berfungsi untuk membuat tampilan dinding menjadi halus dan melindungi badan plester. Adonannya terbuat dari semen yang diencerkan dengan air. Ketebalan plesteran tak lebih tebal dari lapisan pertama dan kedua, hanya sekitar 2 mm atau sama dengan ketebalan berangkal yaitu 3 mm.

Dalam pengerjaan konstruksi diperlukan peralatan penjunjang supaya konstruksi berjalan lancar dan cepat. Sebagai contoh, jika dinding yang dibangun menggunakan teknik cor maka sudah seharusnya Anda menyediakan vibrator exen. Begitu pula jika berencana untuk memberi lapisan plester. Jangan lalai untuk menyediakan bahan dan alat sesuai yang dibutuhkan.

Please Share