Jasa SEO Murah

Address :
Jl. Cempaka Baru VII
Jakarta Pusat, Indonesia
Phone : 0821 1010 9439 (Call/SMS)

Blog / News

// Jasa Pembuatan Toko Online, Website dan Jasa SEO Murah

Perbandingan Antara Sistem Kerjasama Kontraktor Borongan dan Upah Harian

Saat hendak membangun atau merenovasi rumah, tentulah ada beberapa hal yang harus diperhitungkan. Beberapa hal tersebut di antaranya adalah: kontraktor bangunan, lama pengerjaan, jenis material bangunan dan anggaran biaya.

Keempat aspek tersebut harus dipertimbangkan oleh pemilik proyek bangunan. Karena aspek-aspek tersebut akan sangat berpengaruh pada kualitas bangunan dan juga jumlah biaya yang akan dihabiskan. Jika Anda tidak dapat memutuskan sendiri atau tidak memiliki pengalaman dalam membangun rumah, Anda bisa menghubungi pihak kontraktor rumah Jakarta untuk membantu Anda dalam merencanakan semua kebutuhan, sebelum dilaksanakan proyek pembangunannya.

Setelah menemukan kontraktor rumah terbaik yang dapat diandalakan, maka Anda harus mulai memperhitungkan mengenai sistem kerjasama kontraktor yang akan Anda terapkan. Karena, hal ini akan sangat berpengaruh pada anggaran dalam proyek konstruksi.

Anggaran biaya merupakan hal yang sangat penting dalam sebuah proyek pembangunan rumah. Ada banyak sekali biaya yang harus dihitung dan dianggarkan agar proyek pembangunan atau renovasi rumah bisa berjalan dengan baik dan sesuai rencana. Oleh karena itu, Anda harus memikirkan sistem kerjasama seperti apa yang akan disepakati antara Anda dengan pihak kontraktor rumah Jakarta.

Sistem Upah Borongan VS Sistem Upah Harian

Ada empat sistem kerjasama antara pemilik proyek dan kontraktor yang biasanya digunakan. Yakni sistem kerja borong full, sistem borong upah kerja, sistem upah harian dan sistem komisi kontraktor. Umumnya, dalam pembangunan rumah pribadi, sistem borong full dan sistem upah harian adalah dua sistem kerjasama yang paling sering digunakan.

Untuk dapat memilih sistem kerjasama kontraktor sesuai dengan kebutuhan, maka berikut ini adalah perbandingan dari kedua sistem tersebut.

Sistem borongan full

Sistem kerjasama borongan full, artinya pemilik menyerahkan kepercayaan penuh kepada kontraktor rumah Jakarta untuk mengurus dan menyelesaikan semua kebutuhan dalam pembangunan rumah. Itu artinya, masalah pembelian matrial bangunan, ongkos, pemasangan, serta penyelesaian konstruksi sepenuhnya ditangani oleh pihak kontraktor.

Pihak pemilik rumah akan membayar kontraktor sesuai kesepakatan harga jasa, dan dibayarkan saat pekerjaan telah selesai. Dalam sistem ini, waktu sama sekali tidak menjadi pertimbangan dalam biaya. Sehingga berapa lama pun pekerjaan diselesaikan, maka tidak ada bayaran tambahan.

Kelebihan sistem ini, pemilik proyek tidak harus khawatir ada biaya membengkak karena pekerjaan yang tertunda. Selain itu, pemilik proyek pun tidak harus melakukan pengawasan, karena biasanya pekerja kontraktor akan berusaha menyelesaikan pekerjaan secepat mungkin.

Sistem Upah Harian

Sesuai dengan namanya, maka pada sistem kerja upah harian, maka pemilik proyek membayar pekerja kontraktor rumah Jakarta, berdasarkan durasi pengerjaan proyek. Keuntungannya, dari segi pengeluaran biaya, dapat dilakukan secara bertahap. Oleh karena itu, sistem kerjasama ini sesuai bagi pemilik proyek yang ingin membangun secara bertahap dan disesuaikan dengan anggaran. Sehingga pada saat anggaran sedang tidak tersedia, maka proyek bisa dihentikan terlebih dahulu.

Kelemahannya, pada sistem ini biasanya pekerjaan berjalan lambat. Hal ini karena hasil pekerjaan tidak menjadi pertimbangan. Sementara semakin lama durasi pengerjaan, semakin besar bayaran bagi pekerja. Oleh karena itu, dengan sistem kerjasama upah harian, akan diperlukan pengawasan setiap harinya. Agar para pekerja dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai target.

Please Share