Jasa SEO Murah

Address :
Jl. Cempaka Baru VII
Jakarta Pusat, Indonesia
Phone : 0821 1010 9439 (Call/SMS)

Blog / News

// Jasa Pembuatan Toko Online, Website dan Jasa SEO Murah

Pilih Mana, Tidak Makan atau Tidak Merokok?

Ini mungkin suatu pertanyaan yang cukup sulit untuk dijawab oleh para perokok. Diantara keduanya adalah suatu kebutuhan yang tidak bisa lepas dalam kehidupan sehari-hari. Seperti misalkan anda adalah seorang perokok, ketika anda selesai makan tentunya hal pertama yang akan anda cari adalah rokok. Namun tentu saja ini berkaitan dengan kebiasaan perokok itu sendiri. Pada umunya perokok aktif jika hanya merokok saja tanpa memakan cemilan atau makanan lainnya pasti akan terasa hambar. Lalu bagaimana, pilih merokok atau pilih makan ?

Jika anda seorang perokok sejati atau seorang perokok yang memang sudah kecanduan sekali akan rokok tentunya anda akan lebih memilih rokok dari pada makanan. Seperti misalnya ada memiliki uang 20ribu, disana anda bingung untuk dipakai membeli apa. Kebetulan keadaan anda waktu itu sedang lapar dan tidak memiliki rokok. Pasti keputusan yang akan anda ambil adalah membeli rokok dan sisanya bisa anda belikan kopi bukan makanan. Sebab bagi seorang ahli hisap dengan kopi dan rokok sudah bisa membuat perut merasa kenyang.

Jika anda termasuk ke dalam tipe orang yang seperti itu, berarti anda adalah seorang yang sudah kecanduan rokok dan kemungkinan akan sangat sulit untuk bisa berhenti menikmatinya. Walaupun aturan dilarang merokok sering kita temui pada tempat-tempat umum, tetap saja pastinya kita akan mencuri-curi kesempatan agar bisa merokok.

Pilih Mana, Tidak Makan atau Tidak Merokok?

Mungkin bagi perokok sejati rokok bisa mengantikan kebutuhan makan mereka sehari-hari. Ya bukan maksudnya tidak makan selama satu hari, itu tidak akan mungkin. Bisa – bisa bukannya jadi pengganti, lintingan tembakau itu malah akan membuat anda terserang penyakit. Ini hanya kesimpulan kecil yang bisa kita ambil dari seorang perokok yang mana pastinya mereka lebih mementingkan masalah merokok daripada makan.

Ada rasa tertentu yang membuat seseorang ingin merokok setelah makan. Itu hampir sama seperti kita habis makan dan tidak mencuci tangan, pastinya ada rasa yang kurang untuk dilakukan.

Harga Rokok Per Bungkus

Di Negara Indonesia mungkin sebagian besar orangnya adalah perokok aktif dan sebagian lainnya perokok pasif. Maka bisa disimpulkan untuk para produsen rokok di Indonesia dapat mendapatkan keuntungan yang sangat besar dengan memproduksi ribuan rokok tiap harinya.

Mari kita  coba hitung keuntungan yang bisa didapatkan para produsen rokok di Indonesia. Misalnya di Indonesia ditempati oleh 1 juta penduduk dan sebagian besar atau 60% dari mereka adalah perokok maka ada sekitar 600 ribu bungkus rokok yang dihabiskan setiap harinya. Sebungkus rokok dihargai rata-rata 20 ribu maka satu hari 20 ribu x 600 ribu maka hasilnya adalah sehari bisa mendapatakan penjaulan sebesar 12 miliar rupiah per harinya.

Dengan aturan dilarang merokok yang ada dimana-mana disertai harga rokok yang semakin mahal nyatanya masih belum bisa mengurangi populasi perokok yang ada di Indonesia sendiri.

Please Share